• BANNER5

Silakan periksa “jimat keselamatan” berlayar musim dingin Anda.

Pada tanggal 16 Desember, Administrasi Keselamatan Maritim Republik Rakyat Tiongkok merilis dokumen keselamatan proaktif berjudul “Pedoman Pencegahan Gelombang Dingin dan Angin Kencang pada Kapal (Uji Coba Implementasi).” Dokumen ini menggarisbawahi bahwa gelombang dingin dan angin kencang merupakan beberapa bahaya lingkungan paling signifikan yang dihadapi oleh kapal, awak kapal, kargo, dan operasi pelabuhan, serta menyoroti pentingnya langkah-langkah pencegahan dan persiapan perlindungan untuk memastikan keselamatan navigasi dan melindungi kehidupan laut.

 

Persiapan Pra-Pelayaran: “Tiga Pemeriksaan dan Tiga Persiapan” untuk Meningkatkan Pertahanan

1. Pantau Perubahan Cuaca: Tetap waspada terhadap peringatan cuaca dan pemberitahuan navigasi sebelumnya, dan hindari kondisi cuaca buruk seperti angin kencang dan kabut tebal.

2. Menilai Kinerja Peralatan: Prioritaskan pemeriksaan mesin utama, sistem kemudi, winch jangkar, instrumen navigasi (GPS, radar, AIS), serta peralatan penyelamatan jiwa dan pemadam kebakaran untuk memastikan fungsinya yang baik dalam kondisi suhu rendah.

3. Evaluasi Kondisi Awak Kapal: Verifikasi apakah awak kapal memiliki pengalaman navigasi musim dingin, larang pengoperasian dalam keadaan lelah atau aktivitas ilegal, dan lakukan pelatihan keselamatan serta latihan simulasi keadaan darurat.

4. Siapkan Perlengkapan Cuaca Dingin: Pastikan persediaan pakaian cuaca dingin yang memadai, alas anti selip, alat penghilang es, dan persediaan makanan serta bahan bakar darurat untuk menghindari terjebak karena kondisi beku.

5. Mengatur Peralatan Darurat: Menilai fungsionalitas jaket penyelamat, rakit penyelamat, dan peralatan pemadam kebakaran, serta memastikan ketersediaan stok makanan darurat, air bersih, dan perlengkapan pertolongan pertama medis yang cukup. Memastikan bahwa perangkat komunikasi (VHF, AIS) mempertahankan sinyal yang tidak terputus.

6. Mengatur Bahan Bakar dan Daya: Pertahankan cadangan bahan bakar yang memadai berdasarkan kebutuhan pelayaran, secara teratur buang air dari bagian bawah tangki bahan bakar untuk mencegah pembekuan, dan alihkan sistem pendingin air mesin utama ke sirkulasi antibeku.

 

Selama navigasi: “Tiga Stabilitas dan Tiga Kontrol” untuk keselamatan

 

1. Pastikan kecepatan tetap konsisten: Dalam situasi yang melibatkan gelombang besar atau penurunan jarak pandang secara tiba-tiba, sangat penting untuk mengatur kecepatan dengan hati-hati, menghindari perubahan haluan yang sering, dan berlabuh jika dianggap perlu.

2. Pastikan posisi yang konsisten: Aktifkan radar dan AIS, tetapkan pengawas khusus, dan lacak posisi kapal secara terus-menerus dalam waktu nyata menggunakan peta elektronik, GPS, dan alat lainnya.

3. Pastikan pengoperasian yang konsisten: Hindari melakukan belokan tajam atau perubahan haluan yang signifikan; pastikan alat pengukur kedalaman selalu beroperasi saat berlayar di perairan dangkal, dan segera kurangi kecepatan atau berhenti jika ada ketidaknormalan yang teramati.

4. Kelola jarak antar kapal: Jaga jarak aman dari kapal lain; di perairan terbatas seperti area dekat jembatan dan saluran sempit, berkomunikasilah secara proaktif dengan kapal terdekat menggunakan VHF atau metode komunikasi lainnya untuk menyampaikan niat Anda untuk lewat.

5. Manajemen Dek: Bekerja di dek yang tertutup es tanpa perlindungan dilarang keras. Anggota kru wajib mengenakan alas kaki anti selip dan jaket pelampung. Penutup palka kargo harus diamankan untuk mencegahnya terlepas akibat angin kencang selama operasi pemuatan dan pembongkaran.

6. Manajemen Tanggap Darurat: Dalam kasus kegagalan mesin utama atau kandas, protokol darurat harus segera diaktifkan, dan posisi kapal, sifat kegagalan, serta status keselamatan personel harus dilaporkan tanpa penundaan.

gambar004


Waktu posting: 23 Desember 2025